Komitmen BBPP Batangkaluku Menciptakan Budaya Organisasi Yang Bersih Bebas KKN dan Penyuapan

  • Bagikan

WartaTani.co – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku sebagai salah satu UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dari Kementerian Pertanian memiliki komitmen untuk menciptakan budaya organisasi yang bersih dari praktisi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta Penyuapan.

Upaya konkrit untuk mewujudkan komitmen tersebut diaplikasikan dalam penerapan Sisitem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Pada Rabu, 15 September 2021, BBPP Batangkaluku menerima sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 yabg diserahkan secara resmi oleh Pihak Konsultan PT. Garuda melalui BPPSDMP ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Lido Lake Resort, Sukabumi, Bogor, pada kegiatan Pertemuan Evaluasi Pelayanan Publik. Sertifikat diterima secara langsung oleh Kepala BBPP Batangkaluku yang diwakili Koordinator Program dan Evaluasi BBPP Batangkaluku, Fitriani.

Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan SNI ISO 37001:2016 memberikan panduan untuk membantu organisasi untuk terus mengidentifikasi, mencegah, dan b mendeteksi penyuapan. Sehingga organisasi mampu terus meningkatkan prinsip GCG (Good Corporate Governance) dan mewujudkan kinerja dan produktif.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa prilaku suap dan korupsi adalah musuh bersama sehingga norma-norma yang baik harus dijaga dan diteruskan. Menurutnya, jika ada kekeliruan atau kesalahan jangan diulang.

“Hormati istri dan anak, jangan buat malu keluarga, anak kita, cucu kita. Korupsi terjadi karena 68 persen akibat faktor kelemahan intelektual,” kata kata Syahrul Yasin Limpo.

Fitriani, Koordinator Program dan Evaluasi mengatakan Untuk mendapatkan sertifikasi ini, Balai telah melalui serangkaian proses yang dilaksanakan mulai dari bulan Juli – Agustus 2012, antara lain: training awareness, identifikasi/analisa resiko, sosialisasi kepada pihak internal eksternal, implementasi system, audit internal atas implementasi SMAP, audit sertifikasi, dan penyerahan sertifikasi, dan penyerahan sertifikasi ISO 37001:2016.

“Sertifikasi ini adalah sebagai bagian dari upaya mitigasi/tindakan pencegahan, meskipun tidak ada jaminan kita akan kebal dari praktek-praktek penyuapan, namun setidaknya dengan sertifikasi ini kita sudah memiliki perangkat untuk mencegah terjadinya salah satu tindak pidana korupsi,” katanya.

“Untuk itu kita akan berupaya dan senantiasa berkomitmen untuk menerapkan SMAP dengan baik dan benar serta sertifikat ISO 37001:2016 yang sudah diperoleh merupakan amanah yang harus dijaga dan dipedomani dalam setiap pelaksanaan kegiatan di BBPP Batangkaluku,” Pungkasnya.

Terpisah, Kepala BBPP Batangkaluku, Sabir berharap semoga sertifikat ini menjadi langkah awal untuk menerapkan anti penyuapan dan sistem manajemen mutu yang mengarah pada pengelolaan yang profesional dengan prjnsi5 keterbukaan dan memberikan pelayanan terbaik. Penerapan ISO 37001:2016 ini harapannya dapat dirasakan manfaatnya dalam merubah mindset dan perilaku pegawai dan seluruh mitra kerja untuk berintegritas.

“Kami katakan ini penting karena selaras dengan komitmen dan keinginan pemerintah pusat dalam menetapkan SNI ISO 37001. Ini menjadi instrumen dalam memberan5 dan mengurangi praktek penyuapan. Oleh karena itu butuh keberanian tinggi untuk dapat menjalankan SNI ISO ini.” ujarnya. (Sur/WT)

  • Bagikan