Pola Penyediaan Benih Padi In-Situ Melalui P3BTP Berhasil Memperluas Akses Benih Bersertifikat

  • Bagikan

WartaTani.co – Benih yang dibutuhkan dalam skala besar di seluruh provinsi di Indonesia adalah benih padi, mengingat pertanaman padi hampir merata ada di seluruh provinsi di Indonesia. Kemudahan petani untuk mengakses benih padi bersertifikat menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan penyediaan benih bermutu.

Meskipun benih padi (inbrida) dapat dihasilkan oleh petani sendiri yang disebut sebagai “save own seed”, tetapi tidak ada jaminan mutu dari pihak ke tiga yang menyatakan benih tersebut bermutu.

Untuk itu, penggunaan benih bersertifikat merupakan salah satu cara untuk memastikan bahwa benih yang ditanam petani adalah benih yang memenuhi standar mutu dalam hal kemurnian genetik, kebersihan dari kotoran, nilai daya berkecambah dan tingkat kadar air benih.

Era bantuan benih mulai tahun 2016, dimana bantuan benih diberikan secara langsung ke kelompok tani penerima bantuan, menjadikan pemerintah harus melakukan belanja pengadaan benih dan mengirimkan benih ke titik bagi hingga lokasi kelompok tani.

Hingga tahun 2019 masih ditemui kesulitan pengadaan dan pengiriman benih padi khususnya ke lokasi-lokasi remote area, dimana benih padi dibutuhkan tetapi akses masyarakat terhadap benih bersertifikat sangat rendah. Benih harus dikirim dari Pulau Jawa atau provinsi sentra lainnya ke lokasi-lokasi bantuan benih.

Pada tahun 2020, kesulitan yang sama masih ditemui tetapi lebih disebabkan oleh jangka waktu rencana pengadaan yang relatif mendadak sehingga tidak tersedia cukup waktu untuk penyiapan benih (khususnya untuk kegiatan PATB yang baru dimulai pada bulan September 2020).

Belajar dari pengalaman tersebut, persiapan penyediaan benih untuk tahun 2021 telah dimulai pada akhir tahun 2020 melalui kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan (P3BTP). Kegiatan P3BTP akhir tahun 2020 disiapkan untuk menyediakan benih padi di awal tahun 2021.

Berita Terkait  Kementan: Asuransi Cepat Bantu Tangani Pertanian Tanah Bumbu

Dan pada tahun 2021, kegiatan P3BTP diselenggarakan melalui alokasi Tugas Pembantuan sehingga Dinas Pertanian dapat mengatur kesesuaian lokasi penangkaran benih dan lokasi bantuan benih beserta dengan varietas yang sesuai dengan agroklimat setempat.

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan P3BTP TA. 2021 di 30 provinsi pelaksana, seluruh perwakilan dinas pertanian provinsi menyatakan bahwa hasil kegiatan P3BTP ini sangat bermanfaat dan dapat mengatasi permasalahan kesulitan benih padi bersertifikat di wilayahnya masing-masing.

Setiap provinsi dapat mengatur jenis varietas yang ditangkarkan yang sesuai dengan keinginan, jenis lahan dan agroklimat setempat, khususnya pada provinsi yang membutuhkan varietas khusus seperti Sumatera Barat terkait preferensi rasa dan tekstur, Provinsi Jambi, Riau dan Kalsel terkait jenis lahan. Bahkan di Provinsi Kep. Riau, untuk pertama kalinya dapat menanam benih hasil dari penangkaran di wilayah Kep. Riau sendiri dan pengadaan benih untuk bantuan pemerintah tidak perlu mendatangkan benih dari provinsi lain.

Seluruh provinsi menyatakan bahwa kegiatan P3BTP dapat menyuplai benih untuk pengadaan benih bantuan pemerintah tahun 2021 sehingga pengadaan benih untuk program bantuan benih dapat berjalan lancar, bahkan di beberapa provinsi dapat menyuplai pula untuk free market dan digunakan oleh kelompok tani sekitarnya.

Dari areal penangkaran benih padi seluas 7.142 ha, benih yang dihasilkan sekitar 17.855 ton yang dapat digunakan untuk pertanaman seluas 714 ribu ha.

Salah satu kunci keberhasilan kegiatan P3BTP ini adalah adanya kepastian pemasaran benih yang dihasilkan. Benih yang dihasilkan P3BTP adalah benih padi kelas benih sebar (BR, label biru) yang dipasarkan baik melalui off-taker (produsen benih) maupun oleh kelompok petani penangkar benih itu sendiri.

Ke depan, penangkar benih ini harus didorong untuk memasarkan produknya secara mandiri dan tidak hanya mengandalkan pengadaan benih dari program pemerintah. Dengan demikian, tujuan untuk memperbesar kapasitas penangkaran benih akan berhasil.

Berita Terkait  Kementan Gelar Tanam Serempak Kacang Tanah di Kabupaten Banyumas

Penangkaran benih in-situ merupakan solusi untuk penyediaan benih dan mempeluas akses petani terhadap benih bersertifikat. Tidak hanya untuk padi, diharapkan ke depan penangkaran benih in-situ ini dapat berhasil pula untuk penyediaan benih-benih tanaman pangan lainnya seperti kacang tanah, kacang hijau, kedelai, ubi kayu dan ubi jalar. Melalui penangkaran benih in-situ, jargon Enam Tepat dapat direalisasikan.

  • Bagikan