Persiapan Penyediaan Benih Dalam Rangka Mendukung Kegiatan Opip Tahun 2022

  • Bagikan

WartaTani.co – Kegiatan Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP)/IP400 komoditas padi merupakan salah satu kegiatan super prioritas Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dalam rangka pemenuhan kebutuhan konsumsi pangan melalui produksi pangan dalam negeri sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Kegiatan OPIP bertujuan untuk meningkatkan produksi padi dengan cara menanam dan memanen padi sebanyak 4 kali dalam setahun. Kunci untuk mecapai keberhasilan dalam kegiatan OPIP adalah penggunaan varietas padi yang sangat genjah/genjah, percepatan tanam mulai dari proses persemaian yang dilakukan 15 hari sebelum panen, optimalisasi alat dan mesin pertanian pra tanam dan pasca panen, memastikan ketersediaan air yang cukup, dan kondisi lahan non endemis OPT. Adapun varietas super genjah/genjah yang direkomendasikan untuk digunaka dalam kegiatan OPIP antara lain: Cakrabuana, Pajajaran, Inpari 19, Inpari 20, Inpari Sidenuk, Inpari 18, Inpari 12, Inpari 13, dan M70D.

Dalam rangka mengevaluasi pelaksaan kegiatan OPIP tahun 2021 dan mempersiapkan kegiatan OPIP agar dapat terlaksana secara optimal, maka pada tanggal 29 Desember 2021 dilaksanakan rapat koordinasi secara virtual yang dihadiri oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Serealia, Direktorat Perbenihan dan Direktorat Perlindungan. Dengan rapat koordinasi akan dapat diinventarisir berbagai permasalahan yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan OPIP tahun 2021, dan mempersiapkan langkah strategis pelaksanaan kegiatan OPIP di tahun 2022.

Kegiatan OPIP merupakan kolaborasi antara beberapa direktorat lingkup Ditjen Tanaman Pangan, dimana Direktorat Serealia memberikan bantuan saprodi (benih 25 kg/ha , NPK non subsidi 100kg/ha, pupuk Mikro 1 pkt/ha, pupuk organik 1pkt/ha, dekomposer 3lt/ha, pupuk hayati 1 pkt/ha) pada satu musim, sedangkan untuk 3 musim tanam berikutnya benih yang digunakan dapat berasal dari benih swadaya/TP Prov/APBN Pusat Direktorat Perbenihan, seluruh bantuan diberikan dalam bentuk transfer barang.

Berita Terkait  BPS: September 2021 Nilai Tukar Petani Naik Tinggi, Kontribusi Tanaman Pangan dan Perkebunan

Terkait evaluasi kegiatan OPIP tahun 2021, kegiatan OPIP pada tahun 2021 oleh Direktorat Serealia terealisasi seluas 9.834 ha, tersebar di 23 provinsi, 98 kabupaten, 182 kecamatan, dengan jumlah poktan mencapai 415 poktan. Sementara dukungan Direktorat Perbenihan melalui bantuan benih padi untuk kegiatan OPIP tahun 2021 mencapai luas 9.451 ha yang tersebar di 5 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan . Beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan OPIP Tahun 2021 antara lain ketersediaan benih varietas sangat genjah/genjah di beberapa tempat yang belum mencukupi dan luas areal yang diupayakan relatif kecil/spot-spot.

Untuk tahun 2022, kegiatan OPIP dialokasikan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan seluas 30.000 ha. Kegiatan OPIP juga didukung oleh kegiatan lain yang terkait dengan budidaya padi yaitu: Pengembangan budidaya padi kaya gizi (biofortifikasi) seluas 35.000 ha di Satker TP Provinsi dan 65.000 ha di Satker Pusat, Pengembangan budidaya padi ramah lingkungan seluas 10.000 ha di Satker Pusat, dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Perlindungan Tanaman yaitu budidaya padi sehat seluas 15.000 ha. Sehingga secara total, alokasi kegiatan budidaya padi untuk mendukung OPIP tahun 2022 adalah seluas 155.000 ha, dengan kebutuhan benih mencapai 3.875 ton.

Agar kegiatan OPIP tahun 2022 dapat terlaksana dengan baik, perlu dilakukan koordinasi antara Direktorat Perbenihan, Direktorat Serealia, dan Direktorat Perlindungan. Untuk itu dilakukan langkah-langkah strategis sebagai berikut: 1.Menginventarisasi ketersediaan benih dan penangkaran benih padi varietas sangat genjah/genjah di seluruh Indonesia di Bulan Januari- Maret 2022 untuk memastikan kebutuhan benih tercukupi,; 2. melakukan pemetaan yang lebih rinci per provinsi sesuai dengan kriteria OPIP (OPIP murni, OPIP biofortifikasi, atau OPIP padi ramah lingkungan) karena kegiatan ini memerlukan koordinasi antar direktorat lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, 3. Perlu dilakukan evaluasi produksi dan provitasnya kegiatan OPIP tahun 2021 sebagai bahan untuk perencanaan tahun 2023.

Berita Terkait  Agrowisata Melon Cilegon, Oase di Tengah Padang Pasir

Kegiatan Direktorat Perbenihan dalam rangka mendukung kegiatan OPIP tahun 2022, antara lain bantuan benih padi seluas 857.172 ha dan perbanyakan benih padi varietas sangat genjah melalui kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan (P3BTP) seluas 285 ha, dan kegiatan perbanyakan benih sumber kerjasama Direktorat Perbenihan dengan BPTP seluas 70 ha, dan perbanyakan benih padi varietas nutrizinc seluas 79 ha. Sedangkan terkait dengan kesiapan benih padi varietas sangat genjah/genjah untuk mendukung kegiatan OPIP, data stok benih padi super genjah untuk sementara yang tersedia pada bulan Desember 2021 diseluruh Indonesia adalah sejumlah 416,19 ton. Dengan memperhitungan luas penangkaran yang ada, diharapkan stok benih padi varietas sangat genjah yang tersedia pada triwulan I mencapai lebih dari 845,09 ton. Dengan persiapan yang matang, khususnya dalam penyediaan benih padi sangat genjah, diharapkan program OPIP akan terlaksana dengan baik sehingga meningkatkan produksi pangan nasional.

  • Bagikan