Antisipasi Dukungan Pangan dan Pertanian Untuk Ibu Kota Baru dan Wilayah Perbatasan

  • Bagikan

WartaTani.co – Dalam Rencana Kerja Pemerintan (RKP) tahun 2022 dinyatakan bahwa pemerintah akan membangun Ibu Kota Negara (lKN) di Provinsi Kalimantan Timur beserta infrastruktur pendukungnya sebagai pusat pemerintahan baru dan mendorong diversifikasi ekonomi wilayah.

Dengan adanya rencana tersebut, maka sektor-sektor pendukung perlu dipercepat pembangunannya baik di Kalimantan Timur maupun di provinsi sekitarnya seperti Provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat. Salah satu sektor utama yang harus dipercepat pembangunannya adalah sektor pangan dan pertanian.

Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat juga menjadi strategis untuk diperkuat pembangunan pangan dan pertaniannya mengingat provinsi tersebut juga merupakan provinsi terluar yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat yang memiliki potensi sumber daya pangan dan pertanian cukup besar, perlu dilakukan optimalisasi pembangunan pangan dan pertanian.

Untuk itulah Menteri Pertanian membentuk gugus tugas melalui Surat Keputusan Nomor 589/KPTS/OT.050/M/10/2021 tentang Gugus Tugas Percepatan Pembangunan Pangan dan Pertanian di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat.

Tim Gugus Tugas melaksanakan identifikasi dan sinkronisasi program pembangunan pangan dan pertanian di 3 kalimantan dengan mengundang perwakilan dari dinas di 3 provinsi tersebut pada tanggal 14-16 Desember 2021. Dalam arahannya, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Dr. Ir. Suwandi, M.Si menyampaikan bahwa pangan dan pertanian Indonesia menghadapi tantangan dengan adanya pandemi covid-19 yang dapat menurunkan akses pangan, tingginya konversi/alih fungsi lahan pertanian dan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi yang harus diikuti dengan penyediaan kebutuhan pokok.

Sementara itu dengan potensi sumber daya alam yang tinggi tetapi dukungan sumberdaya manusia dan sarana prasarana yang terbatas, menurut Suwandi hal ini yang mengharuskan pemerintah menentukan skala prioritas pembangunan.

Berita Terkait  Berkat Program OPIP Kementan, Petani Banyuwangi Panen 4 Kali Setahun Dengan Potensi Hasil 9,1 Ton/Ha

Terkait percepatan pembangungan pangan dan pertanian di 3-kalimantan, menurut Suwandi 3 hal pokok yang harus diprioritaskan yaitu penyediaan cadangan pangan, produksi untuk orientasi ekspor dan pemilihan komoditas komersial untuk mendukung IKN.

Untuk itu, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Prof. Imam Mujahidin selaku ketua Tim Pelaksana dalam Gugus Tugas memberikan garis besar tugas tim pelaksana adalah bersama dengan pemerintah daerah setempat dan pemangku kepentingan mengindentifikasi potensi dan mendesain kegiatan percepatan pembangunan pangan dan pertanian serta mendampingi dan mengawal pelaksanaan program di 3 kalimantan tersebut.

Tim menyusun terobosan yang dapat dilakukan sesuai dengan potensi dan kondisi yang ada dengan dana yang bersumber dari APBN, APBD, KUR, Swadaya dan sumber pembiayaan lain seperti hibah, CSR ataupun kerjasama dengan swasta.

Pada saat Rapat Sosialisasi dan Sinkronisasi yang diikuti pula oleh perwakilan dari Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Hortikultura, Ditjen Perkebunan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Badan Litbang Pertanian dan Badan SDM Pertanian, Plt. Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM, selaku sekretaris tim pelaksana, mengajak para peserta untuk memfokuskan pembahasan pada pemilihan lokasi kegiatan, komoditi dan kegiatan utama yang dapat mendukung percepatan pembangunan pangan dan pertanian di 3 kalimantan.

Untuk sektor tanaman pangan, komoditi prioritas adalah padi untuk pemenuhan kebutuhan pangan dengan program peningkatan produktivitas melalui pergantian varietas dan perbaikan teknologi budidaya serta penanganan hama dan penyakit, dan peningkatan produksi melalui peningkatann indeks pertanaman maupun penggunaan lahan baru (PATB).

Untuk komoditas jagung, arah pembangunan adalah untuk pemenuhan kebutuhan wilayah untuk pakan dan pangan dan untuk orientasi ekspor. Komoditi hortikultura, perkebunan dan peternakan juga difokuskan untuk penyediaan bahan pangan lokal, peningkatan nilai tambah dan orientasi ekspor meliputi komoditi bawang merah, jeruk, nanas, lada, sapi potong dan domba.

Berita Terkait  Kunjungi Karang Unarang, Surya Tjandra Saksikan Pengukuran Pulau Kecil Terluar Indonesia

Dengan mengidentifikasi sebaik mungkin potensi yang ada dan menyingkirkan kendala yang menghalangi melalui pemilihan prioritas kegiatan dan komoditi, diharapkan tim gugus tugas dapat menyelesaikan tugasnya dengan hasil yang memuaskan dalam waktu 2 tahun sesuai dengan yang ditugaskan oleh Menteri Pertanian. Sehingga cita-cita Menteri Pertanian untuk mencipkan pertanian yang maju, mandiri dan modern dapat terwujud.

  • Bagikan