2022 Makin Optimis, Komisi Irigasi Sidrap Yakin Penguatan SDM Petani Terus Meningkat

  • Bagikan
ilustrasi pertanian. shutterstock

WartaTani.co – Penguatan Integrated Particitopary Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) terus dilakukan Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Itu dilakukan agar pelaksanaan program ini lebih baik dari sebelumnya.

Kepala Bappelitbangda Sidrap, Andi Muhammad Arsjad mengatakan bahwa penting untuk terus melakukan evaluasi dalam rangka menampung masukan-masukan dari para pemangku kepentingan, termasuk petani-penyuluh. “Tahun 2022 harus lebih bagus lagi,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (11/12).

Andi mengatakan pembahasan rencana ke depan sudah dilakukan pada rapat pleno dan koordinasi tahap II IDPMIP belum lama ini. Andi, yang notabene Ketua Komisi Irigasi mengatakan sudah mendapat banyak masukan terkait pelaksanaan IPDMIP ke depan.

“Adapun materi yang fokuskan membahas persiapan Revisi Peraturan Daerah tentang Irigasi, dan evaluasi pelaksanaan hasil rumusan Musyawarah Tudang Sipulung Terpadu musim tanam April-September 2021,” kata dia.

Selanjutnya pemantapan pelaksanaan hasil rumusan Musyawarah Tudang Sipulung Terpadu 2021 untuk musim tanam Oktober-Maret (Oktmart) 2021-2022, serta evaluasi dan pemantapan pelaksanaan operasi pemeliharaan jaringan irigasi.
Andi yakin dengan persiapan yang matang dan sinergi koordinasi Komisi Irigasi, hal ini bisa sekaligus memaksimalkan pengelolaan irigasi.

“Forum ini juga menjadi acuan di tingkat provinsi, dan sebagai upaya menjaga Sidrap sebagai lumbung pangan. Terus memperkuat kapasitas SDM petani di sini,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa IPDMIP merupakan upaya strategis yang mengembangkan orientasi baru, di mana pola pengembangan program didasarkan pada komponen-komponen utama pengembangan pertanian. Yakni Ketersediaan air, teknologi, rekomendasi teknis yang optimal, akses pembiayaan pertanian dan akses pasar dengan peningkatan nilai produk petani.

“Ini akan menjawab kebutuhan program peningkatan pembangunan pertanian sekaligus menjawab kebutuhan petani,” ujar Dedi.

Berita Terkait  Petani Milenial Tentukan Keberhasilan Pembangunan Pertanian

Dedi memaparkan bahwa program pertanian saat ini difokuskan untuk mendorong terciptanya ketahanan pangan dan kadaulatan pangan yang harus dimulai dengan upaya peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman. Di sisi lain, luas
lahan pertanian sudah mulai sulit untuk diperluas, sehingga peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman menjadi pilihan yang tepat untuk menjamin ketersediaan pangan di Indonesia, khususnya beras.

“Dengan produktivitas rata-rata nasional padi sekita 5,13 ton/ha, jagung 4,93 ton/ha dan kedelai 1,51 ton/ha dan indeks pertanaman secara nasional 140% (BBPPMBTPH, 2019), maka saat ini kita mempunyai pekerjaan rumah yang besar untuk mengejar target produktivitas yang optimal sesuai dengan potensi produksi setiap varietas dan program pencapaian IP 400,” beber pejabat bermurah senyum tersebut.

Dedi memaparkan, IPDMIP diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam pencapaian target program Kementerian Pertanian. Oleh karena itu, diperlukan metode implementasi yang efektif di setiap tahapan kegiatan. “IPDMIP harus bisa memberikan kontribusi di 72 kabupaten lokasi proyek, melalui perluasan penerapan teknologi-teknologi yang meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pendapatan petani,” kata Dedi.

Sementara Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo optimis bahwa program IPDMIP dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat pedesaan, khususnya bagi petani dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan. Lewat IPDMIP, produktivitas pertanian terus meningkat, khususnya di daerah irigasi.

“Pendapatan petani harus terus naik sehingga kesejahteraan petani juga meningkat. Pertanian adalah emas 100 karat,” kata Mentan.

Dia menyampaikan jika produktivitas meningkat, pendapatan petani juga meningkat. “Kemampuan sumber daya manusia juga harus kita tingkatkan agar mereka bisa mengelola pertanian dengan baik,” ungkapnya.

SYL-sapaannya- mengingatkan bahwa sektor pertanian adalah ‘emas 100 karat’. Menjanjikan dan tak pernah ingkar janji sehingga sangat prospektif untuk digeluti. “Terutama para pemuda dan milenial. Kita gerakan pertanian Indonesia, masa depan pertanian kita ada pada mereka,” ujar SYL. (*)

  • Bagikan