Janji Versus Bukti

  • Bagikan

WartaTani.co – Seru benar menyaksikan dinamika menuju Musyawarah Nasional Himpunan Alumni IPB (Munas HA-IPB) VI, 17-19 Desember 2021 sudah. Salah satunya apalagi kalau bukan mengulik soal sosok yang memimpin HA-IPB empat tahun ke depan.

Dari pengumuman Panitia Pelaksana Munas, sudah diketahui ada empat pasangan calon ketua-sekjen yang akan maju bertarung. Dengan semangat mencari yang terbaik dan azas kesantunan, tentu saja.

Klaim dan janji mulai bertebaran. Wajar. Namanya juga berusaha menarik perhatian dan kepercayaan.

Cuma, ada yang menarik ketika bicara satu dari keempat pasangan kandidat yakni Walneg S. Jas dan Sukma Kamajaya Kenapa?

Ketika calon-calon lainnya maju dengan memaparkan motif masing-masing berikut janji mulia jika terpilih, maka pasangan Walneg dan Sukma justru sebaliknya. Mereka berdua adalah bagian dari DPP HA-IPB masa bakti 2017-2021 masing-masing sebagai Sekjen dan Wasekjen. Keduanya ada di balik semua sepak-terjang kesuksesan program-program HA-IPB.

Seaktif apa HA-IPB saat Walneg dan Sukma bekerja?

Sepanjang 2018-2021, HA-IPB menjalankan total 178 kegiatan yang melibatkan hampir 32.000 peserta. Itu artinya 3,7 atau hampir 4 kegiatan per bulan alias sangat aktif. Begitu juga dengan keterlibatan peserta.

Setidaknya dua alasan begitu mengalirnya kegiatan HA-IPB. Pertama, legitimasi yang kuat sehingga program-program diterima dan direspon positif, termasuk oleh masyarakat.

Kedua, pilihan program dan kegiatan yang menyebar ke beragam bidang. Ada urusan sosial-kemanusiaan, yang menyerap banyak partisipasi alumni. Ada pula program berbagi ilmu dan keahlian, program kaderisasi dan kepemimpinan, program jaringan bisnis alumni, hingga penguatan jaringan alumni diaspora. Ini paket lengkap racikan yang ciamik.

Maka, tak heran, empat tahun terakhir alumni dimanja dengan istilah-istilah popular khas DPP HA-IPB: Friday Talk, Mentoring Leader, ARM HA-IPB, Donor Darah, Forum Bisnis Alumni, dan lain-lain. Belum pernah ada dalam sejarah kepengurusan alumni dimana kegiatan-kegiatan DPP HA-IPB begitu dikenal dan diterima, konsisten selama 4 tahun. Tidak ramai di awal, sepi di akhir. Tak pula gempita hanya bila ada lampu sorot publik atau media.

Berita Terkait  Dua Tahun Transformasi: Ekspektasi dan Eksekusi

Melihat data di atas, kita percaya Walneg-Sukma amat mampu membawa HA-IPB menyamai bahkan melampaui pencapaian sebelumnya. Mereka sudah memberi bukti.

  • Bagikan