Pelatihan Bisnis Kewirausahaan-Magang Lahirkan Petani Milenial Unggul

  • Bagikan

WartaTani.co – Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut keberadaan sangat penting dalam melahirkan para petani milenial.

Ini sebagai mana visi Kementan dibawah komando Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL), yakni bagaimana mencetak 2,5 juta petani milenal sebagai penggerak pertanian nasional.

“Itu yang kemudian yang mendasari digelarnya program Pelatihan Keterampilan Bisnis Kewirausahaan dan Magang melalui program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program),” ujar Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nurysamsi melalui keterangan tertulisnya, Senin (18/10).

“Kami optimis melahirkan para petani milenial yang unggul,” lanjut Dedi.

Menurut Dedi, P4S sebagai pusat pembelajaran dari petani untuk petani memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian.

“Khususnya dalam memenuhi kecukupan kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Pengembangan Pertanian modern dengan memanfaat teknologi informasi harus senantiasa dilakukan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani, walaupun kita masih didera wabah Covid 19,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (12/10).

Dedi berharap sistem ini dapat direplikasi keseluruh wilayah Indonesia.

“P4S sebagai pusat pembelajaran bagi petani harus mampu terus menerus berkreativitas untuk peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi. Sehingga muncul banyak pemuda tani atau petani milenial yang kreatif dan inovatif lainnya dalam mengembangkan usaha di sektor pertanian,” kata Dedi.

Adapun P4S sendiri merupakan lembaga pelatihan pertanian dan pedesaan yang didirikan, dimiliki, dan dikelola oleh petani secara swadaya baik perorangan maupun berkelompok. Terkait Pelatihan Keterampilan Bisnis Kewirausahaan & Pelatihan Keterampilan Bisnis Kewirausahaan Magang Angkatan II, giat tersebut sukses dilaksanakan pada 25-29 September 2021 dan lanjut 30 September-9 Oktober 2021. Pelatihan berlangsung di BBPP Lembang dan Magang di P4S Lembang Agri, Lembang dengan diikuti 21 peserta yang berasal dari berbagai daerah.

Berita Terkait  ABMI Apresiasi Mentan, Sukses Ekspor Bawang Merah

Salah seorang peserta asal Bireun, Muhammad Rizal mengaku mendapat banyak pengetahuan selama mengikuti pelatihan. Program pelatihan yang digelar Kementan ini, kata dia, memberikan pemahaman dan wawasan keilmuan pertanian yang komprehensif.

Rizal menjelaskan ada empat materi inti yang diberikan. Pertama mengenai pengenalan P4S Petani Muda Keren. Fokus materinya memetakan jenis wirausaha yang akan dikembangkan peserta, menentukan mitra kerja, hingga membuat manajemen rantai suplai produk yang efektif. “Benar-benar full skill, seperti kena durian runtuh. Gratis, dapat banyak ilmu,” jelasnya.

Materi selanjutnya yang menarik adalah Studi Banding Smart Farming. Di sini, kata Rizal, rekan-rekannya diajarkan mengenai pemanfaatan digital marketing, internet of think, dan mekanisme pertanian. “Ini selarans dengan Visi Pak Menteri Pertanian, melahirkan petani milenial berbasis digital. Sangat aplikatif (program pelatihannya),” lanjutnya.

Dia juga mengungkapkan kalau seluruh peserta mendapat pelatihan ihwal pengembangan usaha padi organik. Mulai dari tata kelola usaha, mekanisasi, pra dan pasca panen. “Semua dibahas secara detail dan menyeluruh. Banyak sekali materi-materi berbobot yang kami dapatkan,” tutup Rizal.

Sementara, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap P4S dapat berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian, yaitu dalam bentuk pelatihan/permagangan bagi petani dan masyarakat di wilayahnya. Dia mengatakan, saat ini pertanian menghadapi tantangan yaitu untuk mencukupi pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Karena itu harus dipastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air. Ketahanan pangan bisa ditempuh melalui pendampingan petani untuk meningkatkan produksi, turun ke lapangan untuk sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” jelas SYL.

Menteri SYL menambahkan, perlahan orientasi petani di Indonesia dapat diisi 20 persen petani muda tersebut yang bisa diawali kolaborasi mewujudkan pertanian pendekatan digital. Karena itu, pihaknya bersama beberapa mitra usaha berupaya melakukan transformasi digital dan bahu membahu membangun sarana pertanian yang lebih unggul untuk beberapa tahun ke depan.(*)

  • Bagikan