Wujudkan Swasembada Pangan, DKPH Pinrang Gelar Sekolah Lapang Tani Tahap I

  • Bagikan

WartaTani.co – Sekolah Lapang Tahap I Program IPDMIP TA. 2021 untuk Daerah Irigasi Pasolengan berlangsung di Aula Kantor Desa Buttu Sawe, Kab.Pinrang, Kamis 16 September 2021.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Hj. Nuraini mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menghadiri acara pembukaan Sekolah lapang tani tahap I.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan nilai pertanian irigasi, maka Pemerintah Pusat membuat program Integrated Particitopary Development and Management of Irrigation (IPDMIP) melalui pendampingan dan pelatihan para petani.

Kepala Desa Buttu Sawe yang juga menjabat sebagai ketua kelompok tani, Abdul Karim saat membuka acara mengharapkan kepada para petani yang telah ditunjuk untuk menjadi peserta sekolah lapang ini, agar selalu hadir mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh Widyaswara.

“Sesuai dengan pengalaman saya sebagai petani yang pernah mengikuti kegiatan sekolah lapang, semua materi yang disampaikan oleh Narasumber adalah ilmu yang benar-benar dibutuhkan oleh petani,” katanya, “olehnya itu, seluruh peserta harus tetap hadir karena materinya akan terus berlanjut.

Hj. Nuraini saat memberikan arahannya mengatakan bahwa sekolah lapang ini khusus untuk petani-petani yang berada di Daerah Irigasi Pasolengan, dan pesertanya diharuskan mengikutinya wanita tani minimal 25% dari total jumlah peserta.

“Sekolah lapang ini harus mengikutsertakan wanita minimal 7 orang dari 30 peserta tiap kelompok tani, karena berdasarkan penelitian, wanita itu lebih tinggi tingkat ketelitiannya dibandingkan dengan kaum pria, wanita juga lebih tekun bekerja.

Hj. Nuraini juga menambahkan bahwa selain sebagai penyebar informasi paling handal, wanita juga diharapkan bisa memahami dan mengetahui biaya-biaya yang dikeluarkan dalam berusahatani, agar bisa menyisihkan sebagian dari pendapatan usahataninya untuk biaya pada musim tanam berikutnya.

Berita Terkait  Mentan SYL: Perkuat Ketahanan Pangan Berawal Dari Skala Rumah Tangga

Perempuan yang biasa dipanggil Hj. Eni juga menjelaskan bahwa setiap peserta bukan cuma mendapatkan kelengkapan belajar dan baju pelatihan, tetapi juga akan diberi biaya pengganti transpornya selama 12 hari pertemuan.

“Selain diberikan kelengkapan pelatihan, peserta juga akan menerima biaya pengganti transport, tapi ingat, yang diganti itu hanya biaya BBM, bukan motornya,” kelakarnya yang disambut tawa oleh peserta.

Turut hadir dalam pembukaan ini, Kasih Lahan dan Irigasi, Baharuddin, Koordinator, IPDMIP untuk Kabupaten Pinrang Usman, Kepala BPP dan PPK Kecamatan Duampanua dan peserta dari kelompok tani Tandung, Tudang Sipulung dan Tuju Wali Kalempa. (Sur)

  • Bagikan