Motor Penggerak Pertanian di Daerah, Ribuan DPA/DPM Segera Dikukuhkan

  • Bagikan

WartaTani.co – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus berdayakan generasi milenial, salah satunya dalam sektor pertanian. Karena itu, Kementan akan mengukuhkan 2000 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA), Jumat (06/08) mendatang agar menjadi motor penggerak di daerah.

“Mereka harus menjadi champion, melakukan trigger serta resonansi kepada petani milenial di daerahnya, ” jelas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi kepada awak media secara daring saat konferensi pers, Pelatihan Petani Dan Penyuluhan Serta Pengukuhan Duta Petani Milenial Dan Duta Petani Andalan (DPM/DPA), Rabu (04/08).

Untuk diketahui, DPM/DPA ini dibentuk oleh Kementerian Pertanian dengan tujuan meningkatkan peran generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian. DPM dan DPA memiliki bidang usaha yang sangat bervariasi seperti budidaya hortikultura, budidaya tanaman pangan, budidaya ternak, pengolahan hasil pertanian/ peternakan/perkebunan, jasa alat mesin pertanian hingga agroeduwisata.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan merupakan salah satu program yang diusung Kementan untuk melahirkan pengusaha petani millenial. “Program ini beriringan dengan program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), Pelatihan Kewirausahaan bagi Petani, Pendidikan Vokasi, Kostratani, Program IPDMIP dan Program YESS,” terang Dedi.

Kiprah Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan diyakini dapat menjadi pengungkit regenerasi petani yang adaptif teknologi serta mewujudkan target 2.5 juta pengusaha pertanian mendukung ketahanan pangan nasional.

Kementan sendiri menargetkan dari 2000 DPM/DPA yang telah dikukuhkan nanti, per orang bisa menumbuhkan kembangkan 200 orang petani milenial baru di daerahnya. “Maka bisa jadi 400 ribu petani milenial baru dan di akhir 2024 bisa ada 2.5 juta petani milenial baru, ” tambahnya.

Berita Terkait  Dari Papua Mentan Syahrul Cetak SDM Pertanian Muda

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan generasi milenial kini mulai banyak terlibat dalam pemasaran produk pertanian. “Banyak milenial yang yakin pertanian semakin menguntungkan,” tuturnya.

Santi sendiri meyakini, Generasi milenial tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi informasi. Generasi milenial memiliki ciri kreatif, inovatif, memiliki passion, dan produktifGenerasi ini melibatkan teknologi dalam segala aspek kehidupan.  Dengan demikian, generasi milenial sangat dinamis dan ingin serba cepat dalam merealisasikan sesuatu.

“Di sisi lain, generasi ini juga terbuka terhadap pemikiran barukritis, dan berani. Oleh karena itu, generasi milenial dapat menciptakan peluang baru bisnis pertanian seiring dengan kebutuhan di masyarakat dan perkembangan teknologi yang semakin mutakhir, ” jelasnya. 

Santi juga menerangkan pemilihan DPM/DPA melalui proses seleksi dan beberapa kriteria. Kriteria tersebut antara lain berusia 17-39 tahun, telah memiliki usaha produksi yang berkesinambungan, memiliki mitra usaha, memiliki omset usaha dalam nominal tertentu, dapat menjadi pelopor wirausaha muda dilingkungan usahanya, melakukan pemberdayaan masyarakat melalui kelembagaan petani, berasal dari P4S atau program PWMP, atau petani milenial dan yang tak kalah penting adalah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pertanian setempat. 

  • Bagikan