Balitbangtan Terus Masifkan Kambing Boerka Galaksi Agrinak

  • Bagikan

WartaTani.co – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih (Lolit Kambing) terus mendiseminasikan kambing Boerka Galaksi Agrinak. Saat ini, kambing unggulan Balitbangtan tersebut telah disebar di lima belas provinsi di Indonesia.

Kambing Boerka Galaksi Agrinak (BGA) merupakan kambing hasil persilangan antara pejantan unggul kambing Boer (asli Afrika Selatan) dan kambing Kacang (lokal Indonesia). Kambing ini termasuk ke dalam tipe kambing pedaging dengan pertumbuhan yang relatif cepat.

“Rumpun kambing ini memiliki komposisi genetik 50% Boer dan 50% Kacang, mempunyai produktivitas tinggi, dan sesuai dengan permintaan konsumen yaitu preferensi daging empuk dengan perlemakan rendah,” papar peneliti Dr. Ir. Simon E. Sinulingga, M.Si pada Bimtek Budidaya Ternak Unggul yang digelar pada Rabu (14/7/2021) lalu.

Kambing BGA resmi dirilis pada Januari 2020 dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 08/KPTS/PK.040/1/2020. Kambing ini memiliki berbagai keunggulan antara lain kemampuan beradaptasi pada berbagai kondisi agroekosistem dan memiliki bobot badan yang lebih tinggi dibanding dengan kambing lokal.

“Bobot lahir kambing berkisar 2,6 kg – 2,8 kg. Bobot sapih berkisar 10-12 kg, bobot pejantan usia 1 tahun mencapai 35 kg dan betina mencapai 32 kg. Bobot pejantan Boerka Galaksi Agrinak dapat mencapai 85 kg,” ucap Simon Sinulingga.

Bobot kambing Boerka lebih tinggi dibanding kambing tetuanya yaitu kambing Kacang (kambing lokal). Untuk kambing Kacang, berat lahir kambing berkisar antara 1,6 kg – 1,8 kg, bobot sapih 6 kg – 8 kg, dan bobot kambing usia 1 tahun 18 kg – 22 kg.

Produktivitas tinggi dari kambing Boerka tersebut menjadikan kambing unggulan Balitbangtan ini cocok untuk usaha penggemukan. Hasil uji coba penggemukan yang telah dilakukan oleh Lolit Kambing di Sei Putih, Sumatera Utara dengan memanfaatkan bahan pakan utama dari limbah perkebunan sawit pada kambing usia enam bulan sampai satu tahun. Estimasi pendapatan bersih untuk penggemukan selama enam bulan adalah sebesar Rp600.000 per ekor.

Berita Terkait  Balitbangtan Gelar Konferensi Internasional Bahas Penguatan Ketahanan Pangan

Sumber pembibitan kambing Boerka pun terus disebarluaskan ke daerah-daerah di Indonesia. Tercatat terdapat sebaran di 15 provinsi antara lain Nanggroe Aceh Darussalam, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara, Bali, Jawa Barat, Maluku Utara, dan rencananya akan dikembangkan di Sulawesi Selatan.

Balitbangtan pun berupaya untuk terus memasifkan pembibitan kambing Boerka Galaksi Agrinak. Tidak berhenti di situ, pelatihan dan bimbingan teknis juga akan dilakukan kepada peternak di Indonesia.

  • Bagikan