Padi Spesifik Lokasi dan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Hasil Memuaskan

  • Bagikan

WartaTani.co – Ditengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali, Kelompok tani Salam Sari Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, melaksanakan panen demplot varietas unggul Baru (VUB) padi khusus spesifik lokasi berbasis teknologi pertanian ramah lingkungan, Sabtu (17/7/2021).

Demplot pengembangkan teknologi pertanian ramah lingkungan tersebut diperkenalkan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jabar, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) seluas 11 ha.

Beberapa varietas unggul yang ditanam yakni Inpari 32, Inpari 43 GSR, Inpari 47, Inpari 39, Cakrabuana dan Mantap.

Plt. Kepala BPTP Jabar Dr. Wiratno dalam keterangannya menyebutkan bahwa penerapan teknologi ramah lingkungan yang telah diaplikasikan oleh kelompok tani Salam Sari bisa menekan penghematan pupuk kimia sebesar 70% dan ada peningkatan hasil 2-2,5 ton/ha.

“Kami memiliki teknologi dan apabila teknologi ini betul-betul diterapkan sesuai dengan aturannya, kami sama-sama bisa membuktikan dari 6 t/ha menjadi rata-rata 8,4/ha sehingga ada peningkatan 2,5 t/ha terjadi penghematan biaya operasional dan kalo saya hitung-hitung dengan 1 ha itu bisa menambah pendapatan petani sebesar Rp. 11 juta/ha,” terang Wiratno,

Selain ada penghematan biaya produksi menurut Wiratno, yang juga tidak kalah penting adalah teknologi yang dimiliki oleh Balitbangtan Kementan ini bisa menjawab terkait masalah kelangkaan pupuk, teknologi ramah lingkungan dan pangan sehat.

“Kementan ini betul-betul bisa menjawab bagaimana masalah kelangkaan pupuk, swasembada pangan dan akhirnya tidak kalah pentingnya dalam teknologi yang kita perkenalkan disini kita menggunakan teknologi yang betul-betul ramah lingkungan, kita banyak menggunakan bahan-bahan organik sehingga kedepannya Insha Allah petani kita, masyarakat, konsumen akan menjadi generasi yang sehat,” tambah Wiratno

Di tempat yang sama Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Yudi Sastro menyebutkan bahwa dukungan penggunaan varietas unggul spesifik agroekosistem dipadukan dengan teknologi ramah lingkungan yang tepat bisa mendapatkan hasil panen yang menggembirakan.

Berita Terkait  Musim Kemarau, Bali Tetap Kejar Tanam Padi

Selain itu, kendala air yang selama ini selalu menjadi masalah petani di desa Cibiuk, Yudi menganjurkan untuk mengembangkan padi varietas Inpari 39 yang sudah teruji dan terbukti hasilnya dengan sistem tanam jajar legowo 2:1.

“Beberapa varietas yang ditanam pada demplot pengembangan teknologi ramah lingkungan di sini, di areal yang cekaman kekeringannya tinggi telah terbukti varietas Inpari 39 hasilnya bisa mencapai 8,4 t/ha.

Hasil panen ini bisa dikembangkan lagi menjadi benih agar kedepan petani bisa memproduksi benih sendiri minimal untuk memenuhi kebutuhan wilayahnya dan nantinya bisa memenuhi kebutuhan benih luar wilayah Cibiuk,” pungkasnya.

  • Bagikan