Balitbangtan Tinjau RPIK Padi Lahan Tadah Hujan

  • Bagikan

WartaTani.co – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian Dr. Fadjry Djufry bersama Bupati Kabupaten Blora Arief Rohman kunjungi lokasi Center of Excellent (CoE) Riset Pengembangan Inovasi Kolaboratif (RPIK) Padi Lahan Sawah Tadah Hujan, Kamis (17/06/2021) di Desa  Perantaan, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Kepala Balitbangtan menyampaikan bahwa kegiatan RPIK Lahan Sawah Tadah Hujan ini merupakan salah satu program unggulan hasil riset Balitbangtan.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan ini terdiri atas perbanyakan benih, display VUB, sistem tanam, pengendalian hama penyakit, pengolahan tanah, nutrisi hara, pengelolaan air, model sistem usahatani, dan kaji terap.

“Adanya rangkaian kegiatan RPIK lahan sawah tadah hujan ini, para petani dapat menyerap banyak ilmu dan menjadi SDM unggul khususnya di bidang pertanian, sehingga bisa mengajari petani lainnya,” ujar Fadjry.

Lebih lanjut Fadjry juga menyampaikan tujuan kegitan ini dilaksanakan adalah untuk mendiseminasikan dan hilirisasi VUBdan teknologi yang sudah dihasilkan oleh Balitbangtan dapat diadopsi dan digunakan oleh pengguna atau petani secara masif.

Selain itu, kegiatan ini menghasilkan paket teknologi padi produksi tinggi spesifik dan menaikan indeks pertanaman (IP) LSTH yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Dari kegiatan ini juga diharapkan para petani dapat berkelompok dan berkorporasi untuk menjadi lebih baik dan meningkat juga kesejahteraannya,” pungkasnya.

Selanjutnya, Arief Rohman mengucapkan terima kasih atas terlaksananya program RPIK Padi Lahan Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Blora.

“Kabupaten Blora mayoritas lahan sawahnya adalah tadah hujan, dengan teknologi yang diterapkan oleh Balitbangtan, Kementerian Pertanian ini nanti berhasil sehingga bisa diterapkan tidak hanya di Kabupaten Blora namun bisa diterapkan di daerah lainnya,” kata Arief.

Berita Terkait  Pasar Jepang Minati Tongkol Jagung Sumatera Utara

Ke depannya diharapkan pendampingan-pendampingan juga dapat dilakukan ke komoditas unggulan lainnya.

“Berharap kedepannya, pendampingan tidak hanya untuk padi tapi untuk ternak maupun hortikultura yang juga sangat potensial dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

  • Bagikan