Bupati Pati Dukung SDM Pertanian Berinovasi Tingkatkan Produksi

  • Bagikan

WartaTani.co – Sektor pertanian di Kabupaten Pati, Jawa Tengah terus menunjukkan kemajuan. Buktinya, petani di Pati terus berinovasi untuk meningkatkan produksi.

Hal itu tak lepas dari majunya Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian sebagai faktor terbesar pengungkit daya produktivitas pertanian. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Pati.

Bupati Pati, Haryanto memaparkan dukungan yang telah diberikannya agar SDM pertanian di wilayahnya terus bergerak maju. Katanya, seluruh BPP di Kabupaten Pati prasarana dan sarananya diperbaiki. “Kami juga berikan anggaran pendanaan untuk operasional mereka,” tuturnya.

Haryanto sadar betul SDM adalah faktor utama untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Peningkatan SDM pada penyuluh sangat diperlukan. Jangan sampai penyuluh pengetahuannya kalah dari petani. Petani selalu berinovasi untuk meningkatkan produktivitas. Keduanya berkaitan erat. SDM unggul akan meningkatkan produktivitas pertanian. Begitu juga sebaliknya,” kata dia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, SDM yang unggul di sektor pertanin harus terus diupayakan. Salah satunya melalui Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang akan mendorong dan meningkatkan wawasan penyuluh, petani dan praktisi pertanian.

“Kostratani ini adalah alat atau laboratorium agar penyuluh kita, petani kita SDM-nya semakin maju. Dengan begitu, target kita menciptakan sektor pertanian yang maju, mandiri dan modern akan tercapai,” tutur Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, sebagai sentra pertanian, Kabupaten Pati merupakan sentra produksi pangan nasional. Dedi mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pati yang dianggapnya luar biasa.

“Support dari kabupaten juga luar biasa termasuk kepada penyuluh, petani dan praktisi pertanian,” kata Dedi saat bertemu dengan Bupati Pati di kantornya, Kamis (10/6/2021).

Berita Terkait  Gus Menteri Pastikan Pendamping Desa Bakal Lebih Profesional

Menurutnya, jika saat ini produksi pertanian di Pati sebanyak 8 ton per hektar, dengan ditingkatkannya kapasitas SDM penyuluh, petani dan praktisi pertanian jumlahnya masih bisa terus digenjot.

“Kalau SDM-nya kita tingkatkan, produksi padi di sini bisa diungkit lagi, bisa meningkat menjadi 10 ton per hektar. Kami kerja sama akan membangun SDM di sini. Kita akan genjot terus melalui Kostratani agar produktivitas semakin meningkat,” katanya.

Salah satu program yang telah dicanangkannya menurut Dedi adalah program magang bagi petani milenial ke Jepang, Taiwan dan Australia.

“Lamanya magang 1-2 tahun. Nanti mereka dapat upah sebesar Rp9-12 juta. Di sana mereka akan dididik bagaimana caranya mengolah, mengemas dan memasarkan produk pertanian,” papar Dedi.

Melalui Kostratani, Dedi menegaskan kapasitas penyuluh dan petani juga terus ditingkatkan. Di akhir bulan ini ia akan menggagas pelatihan pupuk berimbang yang akan diberikan kepada sekitar 1 juta hingga 1,5 juta petani di seluruh Indonesia.

“Inilah cara kami untuk terus meningkatkan kapasitas SDM pertanian kita. Kita akan genjot terus karena SDM adalah faktor pengungkit produktivitas terbesar,” ujar Dedi.

  • Bagikan