Wujudkan Ketahanan Pangan, Petani Aceh Singkil ikuti Pelatihan Perlindungan Tanaman Jagung

  • Bagikan

WartaTani.co – Sasaran pembangunan pertanian di Indonesia dicapai dengan pemenuhan kebutuhan pangan untuk seluruh rakyat Indonesia yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, peningkatan produk komoditas pertanian sangat penting untuk menambah pendapatan dan kesejahteraan petani terutama di tengah mewabahnya covid-19.

“Jagung termasuk komoditas strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian Indonesia. Dengan jumlah produksi yang terus meningkat setiap tahunnya. Jagung merupakan bahan pangan alternatif pengganti beras dalam rangka mendukung program diversifikasi pangan di Indonesia”, ujar Mentan SYL.

Menurut Mentan, sistem pertanian yang maju, mandiri dan modern bersumber pada SDM pertaniannya.

“Pertanian yang maju, mandiri dan modern berarti kita bicara SDM. Maka perlu ada penguatan kapasitas SDM pertanian kita,” tambahnya.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan Peningkatan produktivitas harus dilakukan dengan SDM yang andal di bidangnya. “Agen yang paling besar dalam peningkatan produktivitas adalah sumber daya manusianya. Berbicara peningkatan produktivitas berarti bicara peningkatan SDM-nya juga,” ucapnya.

Dedi pun menambahkan salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi SDM pertanian, melalui pelatihan. Untuk mewujudkan pertanian yang maju mandiri dan modern sebagaimana tujuan pembangunan pertanian saat ini, maka dibutuhkan SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing sebagai kunci utama pembangunan pertanian, tegas Dedi.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan daya saing para petani jagung, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi salah satu UPT dibawah Kementan bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan pelatihan teknis bagi non aparatur tentang perlindungan tanaman jagung. Pelatihan berlangsung selama tiga hari mulai 27-29 Mei 2021 di Aula Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan. Sebanyak 30 orang petani jagung dari Kabupaten Singkil mengikuti antusias pelatihan ini.

Berita Terkait  JH 37 dan Nasa 29 Jadi Harapan Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Saat pembukaan hadir Sekretaris Dinas Ranto, Balai Pelatihan Pertanian Jambi di wakili oleh Widyaiswara Fergutson Nainggolan, Kabid PSP H.Syahbudin, Kabid Hortikultura H. Madiansyah, Kabid Tanaman Pangan Juli Agus, Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Mazhar, dan Kasi Penyuluhan Sajidan

Sekretaris Dinas, Ranto menyampaikan kelompok tani harus senantiasa aktif agar Aceh singkil selalu tersedia tanaman pangan. “Setiap orang dalam kelompok harus memiliki semangat dan kerja keras agar dapat meningkatkan hasil panen jagung ini”, ujar Ranto.

Adapun tema perlindungan tanaman jagung didasarkan pada potensi serangan organisme penganggu tumbuhan (OPT) yang dapat menurunkan produksi maupun produktivitas hasil pertanian. Oleh karena itu, perlindungan tanaman seringkali berperan penting dan strategis dalam mendukung ketahanan pangan.

Ranto menambahkan peran strategis dimaksud adalah menekan kehilangan hasil sehingga peningkatan produksi pangan dan kualitas tetap terjaga. Langkah perlindungan tanaman ini lebih efektif lagi jika petani dilibatkan secara aktif.

Sementra perwakilan Bapeltan Jambi yang dihadiri Widyaiswara, Fergutson Nainggolan mengatakan “Melalui pelatihan ini kedepannya produktivitas jagung meningkat dan semua petani harus lebih kreatif dan merawat dengan sepenuh hati dari mulai tanam hingga panen”, ujar Fergutson

  • Bagikan