BPPSDMP Kementan Susun ‘Grand Design’ 2022-2045

  • Bagikan

WartaTani.co – Sumber Daya Manusia [SDM] adalah pengungkit utama pembangunan pertanian nasional mencapai kemandirian dan ketahanan pangan, untuk itu Kementerian Pertanian RI khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] menyusun Grand Design SDM Pertanian 2022 – 2045.

“Pengungkit utama pertanian adalah SDM, maka pembangunan pertanian harus memikirkan terlebih dahulu kapasitas dan kompetensi SDM pertanian terlebih dahulu sebagai prioritas,” kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi saat membuka Focus Group Discussion [FGD] Penyusunan Grand Design SDM Pertanian 2022 – 2045 [GDSDMP] di Jakarta, Jumat [9/4].

Menurutnya, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo berulangkali mengingatkan tentang peran dan fungsi SDM pertanian sebagai ‘the man behind the gun’ yang menjadi penentu keberhasilan pembangunan pertanian, bukan semata kecanggihan teknologi dan peralatannya.

“Senjatanya bagus, pelurunya kuat tetapi juru tembak di lapangan untuk membidik dan mengalahkan musuh tidak ada. Atau komandonya tidak jelas, akan berantakan,” kata Mentan Syahrul menganalogikan kemampuan SDM pertanian ke depan, seperti dikutip Dedi Nursyamsi.

Dia menambahkan, BPPSDMP Kementan menyusun GDSDMP 2022 – 2045 sebagai pedoman strategis bagi para pemangku kebijakan, seluruh pelaksana dan pemangku kepentingan lainnya dalam merencanakan dan menyiapkan SDM pertanian di internal dan eksternal Kementan, menuju tercapainya SDM pertanian unggul, profesional, dan mampu beradaptasi secara cepat terhadap dinamika perubahan di masa mendatang.

“Kementan dalam hal ini BPPSDMP berupaya menjaring informasi dan input dari kementerian, lembaga, asosiasi profesi dan perguruan tinggi mengacu pada kondisi maupun kendala dan tantangan ke depan, tanpa abaikan capaian keberhasilan sebelumnya,” kata Dedi Nursyamsi didampingi Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah.

Menurutnya, pertanian terbukti tangguh menghadapi pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan subsektor ekonomi lainnya, sebaliknya sektor pertanian mampu bertahan memenuhi kebutuhan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas nasional.

Berita Terkait  Musim Panen Raya Datang, Ini Harapan Kementan

Bertumpu pada Tiga Pilar SDM Pertanian yakni penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, kata Dedi Nursyamsi, maka BPPSDMP Kementan harus mampu menjadi lokomotif pembangunan SDM pertanian untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern.

Ketiga pilar dimaksud Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan] melakukan penguatan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] sebagai kelembagaan penyuluhan pertanian di kecamatan melalui digitalisasi peran BPP selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian [KostraTani].

Pusat Pendidikan Pertanian [Pusdiktan] mengembangkan petani milenial dan program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian [PWMP] untuk menumbuhkan, meningkatkan minat, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan generasi muda di bidang pertanian.

Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) mengembangkan pelatihan teknis pertanian dengan menerapkan pola pelatihan on the job trainning disingkat OJT yakni tematik, sekolah lapang, dan kegiatan magang sehingga petani dapat lebih cepat mengadopsi teknologi baru, selain tetap meningkatkan kemampuan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya

  • Bagikan