Peran Wanita Wirausaha Memulihkan Perekonomian Keluarga

  • Bagikan

Oleh : Rahmadani Safitri *)

WartaTani.co – Di penghujung tahun 2020, Indonesia berkali-kali mencetak rekor kasus corona (Covid-19) selama tahun 2020.

Kasus tertinggi terjadi pada tanggal 3 Desember 2020 dengan 8.369 pasien Covid-19 dalam sehari (Kompas.com) dan rekor kasus kematian 175 pasien meninggal dalam sehari pada tanggal 11 Desember 2020 (detikhealth).

Semenjak pandemi Covid-19, gejolak ekonomi menghantam Indonesia yang memberikan dampak besar bagi perekonomian,yaitu daya beli masyarakat menurun, adanya ketidakpastian yang berkepanjangan, dan pelemahan ekonomi.

Ini merupakan tantangan besar pagi wanita wirausaha untuk tetap tangguh menghadapi perubahan ekonomi yang cukup signifikat dengan diadakannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Work From Home (WFH) sebagai upaya pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga mengakibatkan banyaknya keterbatasan akses, gerak, aktivitas, dan transaksi ekonomi.

Gusti Bintang Ayu yang merupakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA) mengatakan bahwa peran perempuan dalam sektor ekonomi terutama sebagai pelaku usaha sangat besar di Indonesia, berdasarkan data perkembangan tahun 2014-2018 di Indonesia, dari 64 Juta unit usaha kecil menengah di Indonesia, 99.99 persenya adalah usaha mikro kecil dan menengah dan dari 99,99 persen usaha mikro kecil dan menengah tersebut 50 persennya adalah perempuan(Kompas.com).

Berdasarkan International Labour Organization tahun 2020, Indonesia masuk 20 negara dengan jumlah pengusaha perempuan terbanyak di 58 negara dengan skor MIWE 65,2 dibawah Filipina dengan skor 65,5 dan diatas Prancis dengan skor 65,1.

Berdasar skor MIWE tersebut Indonesia termasuk negara terbaik bagi pengusaha perempuan di seluruh dunia, hal ini dapat meningkatkan semangat wanita wirausaha untuk lebih fokus dalam merintis usaha mereka.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies, Nadia Fairuza menyatakan bahwa kontribusi wanita sangat dibutuhkan untuk memulihkan perekonomian pasca pandemi Covid-19.

Lebih dari 50 persen UMKM di Indonesia dimiliki oleh wanita dan menjadikan bisnis mereka lebih rentan terdampak pandemi.

Sebagian besar sektor bisnis yang dijalankan oleh wanita merupakan bidang usaha yang harus ditutup selama masa PSBB seperti kecantikan, kerajinan, perawatan sosial, dan ritel sehingga bisnis mereka lebih mungkin kehilangan mata pencaharian (Pikiranrakyat-Bekasi.com).

Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani menyebutkan bahwa pemerintah menyebutkan bahwa 60% Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memproduksi hand sanitizer dan masker dimiliki dan dikelola kaum perempuan.

Data tersebut menunjukan perempuan bukan hanya kelompok terdampak besar wabah ini, tapi juga memiliki peran besar dalam melawan Covid-19 dan meningkatkan perekonomian (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).

Ditengah kepanikan dan ketidakpastian ekonomi yang diterjang pandemi Covid-19, wanita selalu menjadi sosok penyelamat keluarga dengan memutar otak dengan menciptakan peluang usaha untuk bangkit di tengah situasi yang sulit ini.

Tentu bukan hal mudah bagi wanita wirausaha untuk menghadapi masa pandemi ini, seorang wanita wirausaha harus memiliki rasa percaya diri, mengikuti perkembangan yang terjadi, tekun, kembangkan diri, tingkatkan kreatifitas, menguasai bidang pekerjaan, mengintropeksi diri, bertindak cepat dan tepat dalam mengambil keputusan, membangun citra bisnis yang baik, selalu optimis dan konsisten.

Dengan memiliki hal tersebut maka tidak ada yang tidak mungkin bagi seorang wanita untuk meraih kesuksesan, walaupun pada kodratnya wanita adalah seorang ibu rumah tangga atau seorang anak yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurus rumah, namun di zaman modern ini wanita tetap bisa berperan ganda menjadi wanita wirausaha yang sukses tanpa meninggalkan kodratnya sebagai wanita, karena wanita diketahui memiliki kemampuan multitasking yang lebih baik dibandingkan pria.

Secara umum wanita memiliki dua peranan yang harus dimainkan dalam waktu secara bersamaan yaitu peran dosmetik sebagai ibu rumah tangga dan peran publik sebagai tenaga kerja (Robert Linton dalam F. Rustiani 1996).

Wanita yang memainkan peran gandanya sebagai ibu rumah tangga dan wanita karir untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan keluarga.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan wanita untuk berkarir diantaranya yaitu faktor ekonomi, faktor aktualisasi diri, dan faktor psikologis (Handayani 2020).  

Sebagai penerus R.A Kartini saat ini wanita harus memiliki sikap berani, mandiri, optimis, dan memiliki tekad yang kuat dalam menghadapi dampak ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Wanita wirausaha tidak hanya menjadi inspirasi bagi wanita lainnya namun juga seorang ibu atau anak yang sangat istimewa dan tiada duanya bagi keluarga.

Wanita memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga, bekerja setiap hari tanpa henti demi meningkatkan martabat dan kesejahteraan keluarga, selalu tersenyum meski tubuh lelah luar biasa, dan sebagai tonggak penting dalam keluarga.

Meskipun dihantam oleh Covid-19 yang mengakibatkan beberapa keadaan mulai mengalami hambatan, namun para wanita wirausaha tetap fleksibel dan memutar otak dengan mengubah metode agar mampu menyesuaikan kondisi agar kesejahteraan ekonomi tetap stabil selama menghadapi Covid-19.

Namun peran perempuan di dalam menompang ekonomi keluarga, sering kali diremehkan dan dianggap hanya sebagai pendapat sampingan atau hanya sebagai tambahan, faktanya dilapangan menunjukan betapa besarnya kontribusi perempuan bekerja untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Perempuan  mampu berpikir secara cepat dan bergerak dengan seluruh kekuatan dan pengetahuannya, untuk tidak membiarkan situasi dalam keluarga di penuhi oleh kepanikan akibat Covid-19.

Untuk membantu wanita wirausaha memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik dari keluarga maupun pemerintah.

Dukungan yang dimaksud bukan hanya berupa pendanaan, tetapi juga dukungan untuk mengembangkan usahanya sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat.

*) Mahasiswa MSA IPB

Berita Terkait  Kangkung Indonesia Jadi Primadona Dunia, Ekspor Terus Meningkat
  • Bagikan