Penerapan Bioteknologi untuk Ketahanan Pangan Harus Terus Dikampanyekan

  • Bagikan
Ilustrasi/Pixabay

WartaTani.co – Seri webinar biotek bertema “Potensi Bioteknologi Pertanian dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Indonesia” telah dilaksanakan 3 kali dengan menyoroti berbagai topik terkait update perkembangan bioteknologi, baik di dunia maupun di Indonesia.

Seri webinar ini diselenggarakan sebagai media bagi peningkatan pemahaman masyarakat terhadap bioteknologi pertanian, khususnya bioteknologi dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

Dalam seri ke 3 webinar biotek yang dieselenggarakan pada tanggal 17 Desember 2020, Direktur SEAMEO BIOTROP Dr. Irdika
Mansur menyampaikan bahwa penelitian dan pengembangan bioteknologi tanaman di BIOTROP meliputi rekayasa genetika untuk mendapatkan bibit unggul, identifikasi dan kloning gen ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta kultur jaringan tanaman untuk penyediaan bibit unggul.

Dia menjelaskan, dalam penelitian rekayasa genetika, Biotrop telah berhasil mentransformasi rumput laut dengan menggunakan perantara Agrobacterium tumefaciens untuk mendapatkan ketahanan terhadap hiposalin (2016–2018) yang dilakukan oleh Dr. Erina Sulistiani.

Selain itu, di bidang kultur jaringan, Biotrop juga telah mengembangkan tanaman yang bernilai ekonomi tinggi, seperti kayu jati, jabon, sengon, chesnut, anubias, talas satoimo, gaharu, kayu putih dan beberapa tanaman lokal langka.

Bibit tanaman yang diproduksi oleh laboratorium Kultur Jaringan memiliki tingkat kematian yang sangat rendah.

Koordinator Kerja Sama Luar Negeri pada Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Adi Nuryanto menjelaskan, upaya peningkatan kualitas SDM di bidang pertanian saat ini sedang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemendikbud melakukan kerja sama dengan SEAMEO BIOTROP dengan mendirikan Program Sekolah Mandiri Produksi Sayuran dan Buah Edukasi (Smarts-Be) untuk sekitar 30 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang agribisnis dan agroteknologi seluruh Indonesia.

Menurut Adi Nuryanto, revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing SDM Indonesia mengamanatkan SMK merupakan salah satu ujung tombak pertanian nasional yang diprioritaskan.

Berita Terkait  Perkenalkan Kemutuk, Desa Berpenduduk Terkecil di Magelang

“Penguasaan teknologi pertanian perlu diberikan kepada siswa didik di SMK Pertanian karena teknologi pertanian di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain,” kata Adi.

Apalagi, kata Adi, beberapa kebutuhan pangan dalam negeri masih mengimpor dari luar negeri.

Padahal, Indonesia memiliki potensi yang belum dikembangkan. Dia pun berharap, revitalisasi SMK Pertanian dapat mengatasi kekurangan bahan pangan di Indoneia dengan menciptakan tenaga terampil dan wirausaha bidang Pertanian.

Acara yang diselenggarakan oleh Indonesian Biotechnology Information Centre (IndoBIC),
bekerja sama dengan SEAMEO BIOTROP, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), Persatuan Bioteknologi Pertanian Indonesia (PBPI) dan didukung oleh International Service for the Acquisition of Agri-biotech Applications (ISAAA) ini merupakan seri ke 3 dari rangkaian webinar biotek yang diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan sosialisasi lomba karya tulis untuk jurnalis.

Awak media diharapkan mampu meningkatkan kapasitasnya dalam mengkomunikasikan dan mempromosikan bioteknologi pertanian yang senantiasa dikembangkan sesuai kaidah
ilmiah/sains yang sahih.

Ada dua narasumber utama yang dihadirkan dalam acara ini antara lain, Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Indonesia Winarno Tohir yang menyampaikan persepsi
petani terhadap produk bioteknologi.

Adapun pembicara kedua, Direktur IndoBIC Prof. Dr. Bambang Purwantara menyampaikan mengenai update status global tanaman komersialisasi tanaman bioteknologi 2019 dan lomba karya tulis untuk
jurnali

Dalam ulasannya, Winarno Tohir menjelaskan bahwa di tahun 2020, Ethiopia berada di urutan ke 12 negara adi daya Pertanian dan ketahanan pangan versi FSI (Food Sustainability Indeks), sedangkan Indonesia berada di urutan 21.

Hal ini menandakan Indonesia yang tertinggal jauh dibandingkan negara di Afrika yang sudah menerapkan teknologi.

“Petani Indonesia saat ini sangat berharap masuknya bioteknologi ke Indonesia agar kesejahteraan petani meningkat, seperti petani di negara-negara lain yang sudah terlebih dahulu menerapkan teknologi lebih awal yang difasilitasi negaranya,” ujar Winarno.

Berita Terkait  Mentan Lepas Ekspor Benih, Optimis Produk Hortikultura Terus Meningkat

Prof. Dr. Bambang Purwantara mengatakan, berdasarkan laporan dari ISAAA, di tahun
2019 sudah ada 71 negara yang telah mengadopsi tanaman biotek sejak tahun 1996.

Sebanyak 91 persen dari tanaman tersebut diproduksi oleh 5 negara megabioteknologi, yaitu Amerika Serikat (AS), Brasil, Argentina, Kanada, dan India. Seluas 190,4 juta hektare lahan yang sudah ditanami tanaman biotek dengan 5 tanaman biotek utama, yaitu jagung, kedelai, kapas, kanola, dan alfalfa. Dalam pemaparan

kedua, Prof. Purwantara memaparkan, mekanisme dalam lomba karya tulis jurnalis
dengan tema bioteknologi pertanian yang akan diselenggarakan IndoBIC. Ia mengungkapkan, target dari kompetisi ini antara lain, peningkatkan pemahaman (advancing knowledge) wartawan bidang pertanian/lingkungan hidup/ekonomi akan bioteknologi pertanian secara keilmuan/science base, kemampuan mengidentifikasi isu-isu krusial di sekitar bioteknologi global/regional/lokal, serta mendeteksi hambatan (regulasi, politik, anggaran pemerintah, keilmuan, lingkungan hidup, persepsi eksekutif, persepsi legislatif, persepsi publik) percepatan adopsi bioteknologi pertanian di Indonesia.

Selain itu, penulis juga diharapkan mampu mencetuskan gagasan solusi yang bisa ditempuh untuk mengurai hambatan tersebut dengan merujuk best practise di negara maju dan local wisdom yang bisa diadopsi di
Indonesia.

Dengan begitu, penulis juga mampu memberi gambaran prospek masa depan pertanian berbasis bioteknologi
secara global dan di Indonesia.

“Lomba ini diharapkan akan diikuti oleh para praktisi media, baik dari kalangan jurnalis maupun publik,” kata Purwantara.

Adapun hadiah yang ditawarkan berupa uang tunai, sertifikat dan plakat bagi para
pemenang. Lomba digelar mulai tanggal 18 Desember 2020 – 18 Maret 2021 dan malam penganugerahannya akan digelar pada bulan April 2021.

  • Bagikan