Kembangankan Potensi Lokal, Desa Adat Kedisan Intens Beri Pendampingan

oleh
Desa Kedisan via indoholidaytourguide

WartaTani.co Kedisan adalah salah satu dari beberapa desa adat yang ada di areal Danau Batur, tepatnya di kaki Gunung Batur Kintamani.

Kepadatan penduduk yang 100 jiwa/km2 membuat desa adat yang memiliki luas wilayah 11,7 km2 ini tergolong berpenduduk sedang. Meski demikian, Desa Adat Kedisan ini tergolong memiliki tingkat pemikiran dan pembangunan yang sangat maju dan pesat.

Ini tentunya didukung oleh perangkat desa yang selalu sigap dengan berbagai program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas masyarakat dan kuantitas pembangunan di desa setempat.

Sebagian besar masyarakat Desa Adat Kedisan mengembangkan potensi lokal yang ada utamanya di bidang pertanian, perkebunan, perikanan serta home industry.

Pengembangan potensi selalu terpantau oleh perangkat desa dengan intens memberikan berbagai pelatihan yang sesuai kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing masyarakatnya.

Menurut Perbekel Desa Kedisan Nyoman Gamayana, pihaknya berupaya menciptakan iklim yang nyaman dan tenang di desa yang dipimpinnya.

Dia juga tidak menampik masyarakat yang dipimpinnya sangat kritis, utamanya yang menyangkut pembangunan desanya. Karenanya, dirinya berupaya terbuka dalam setiap informasi.

Semua kegiatan serta informasi juga bisa diakses melalui website Desa Kedisan yang membuktikan desa ini melek teknologi. Keterbukaan informasi ini juga untuk memudahkan warga yang berada di luar desa mengetahui berbagai kegiatan yang dilaksanakan di desanya.

“Sebagai ujung tombak pemerintahan terbawah yang berhadapan langsung dengan masyarakat, kami berharap keterbukaan informasi dengan melek IT yang bisa diakses di website kami, bisa menjembatani antara pemerintah desa, warga masyarakat dan supra desa, sehingga terbangun komunikasi dan sinergi yang positif dalam membangun desa.

Selain itu dengan keterbukaan informasi juga merupakan bukti pemerintahan kita transparan, akuntabilitas dan tentunya bisa menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, bermartabat, dan demokratis,” terang Nyoman Gamayana.

Sementara itu Sekdes Kedisan I Nengah Broto mengatakan, potensi yang hingga saat ini terus berkembang di Desa Kedisan sebagian besar di bidang holtikultura seperti bawang merah, kubis, tomat dan cabai besar yang dikelola baik oleh perseorangan maupun yang terbentuk dalam kelompok tani.

Hingga saat ini, untuk pertanian ada 10 kelompok tani yang terorganisir dengan baik dan selalu dipantau hasil produksinya bekerja sama dengan Dinas PPK Kabupaten Bangli.

Selain itu sektor perikanan juga mulai dikembangkan dengan menggunakan bioflok atau kolam darat yang bertujuan untuk antisipasi pencemaran danau yang beberapa waktu lalu sempat terjadi.

Pengembangan bioflok ini baru dimulai sebulan yang lalu. Pihaknya berharap dengan pembuatan bioflok ini diharapkan hasilnya bisa lebih maksimal sehingga masyarakat setempat bisa meningkatkan perekonomian mereka.

“Kita berupaya terus meningkatkan sektor pertanian dan perikanan sebagai potensi lokal yang kita miliki saat ini. Untuk pengembangannya, karena sistem saat ini semua sudah ada teknologinya jadi kita juga menggandeng instansi terkait dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas, seperti budi daya bawang merah serta pembuatan kolam darat untuk mencegah petani dan peternak lokal kita gagal panen dan merugi,” terangnya.

Ke depan tentunya potensi lokal sektor lainnya juga akan dikembangkan sesuai dengan perkembangan masyarakat ke depannya, apalagi sebagian dari penduduk di Desa Kedisan ada yang merantau dan sebagiannya lagi masih tetap membangun dan menggali potensi desa yang ada.

Dengan begitu, masyarakat akan menyesuaikan dengan perubahan ke depannya namun tetap dengan mengedepankan serta menjaga potensi alam yang telah dimiliki selama ini. (bisnisbali)