Kenaikan Harga Cabai Tak Bakal Lama, Ini Alasannya

  • Bagikan
Cabai
Dok.Ditjen Hortikultura Kementan/Kementan memastikan jika pihaknya terus melakukan optimalisasi pola tanam cabai.

Jakarta, WartaTani.co – Beberapa pekan terakhir harga aneka cabai di beberapa sentra produksi mengalami kenaikan. Penyebabnya lantaran terbatasnya sumber air di dataran tinggi dan kurang terawatnya pertanaman selama harga rendah waktu sebelumnya.

Faktor lainnya karena terhambatnya distribusi hasil panen dari daerah sentra ke nonsentra, akibat mahalnya biaya jasa ekspedisi.

Direktur Pengolahan & Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan, Taufik Yazid menjelaskan, kunci stabilisasi pasokan dan harga cabai adalah ketersediaan di lahan dan kelancaran distribusi.

“Ini yang terus dikawal. Kalau pola tanamnya sudah teratur dan sesuai kebutuhan pasti stabilisasi harga dan pasokan cabai terjaga secara otomatis,” ujar Yazid melalui keterangan tertulisnya, Rabu (10/7).

Dia mengatakan bahwa harga cabai memang cenderung naik, tapi masih batas toleransi.

“Tentu kami tidak tinggal diam. Ya kondisi ini anggap saja bonus buat petani untuk mendapat untung guna menutupi utang akibat rendahnya harga cabai di musim tanam sebelumnya,” katanya.

Senada, Pelaksana Harian Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Mardhiyah Hayati saat dikonfirmasi menyebut kenaikan harga cabai tidak akan berlangsung lama.

Dijelaskan Mardhiyah, hukum supply demand cabai pada dasarnya mengikuti mekanisme pasar, meski dalam kondisi tertentu serjng terjadi anomali. Solusinya adalah mengatur pola tanam untuk penyediaan yang merata dengan memperhitungkan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Jadi kalau ada pola tanam yang sudah ditetapkan, harus kita patuhi. Seperti di Surabaya kemarin muncul berita cabai naik. Itu bukan di Jawa Timur tidak ada cabai. Ada, tetapi belum berproduksi optimal, seperti di Kediri, Malang dan Banyuwangi,” ungkap dia.

Dia menambahkan, manajemen pola tanam sudah bagus dijabarkan di lapangan, tapi memang keringnya sumber air jadi tantangan tersendiri.”Lahan cabai yang kurang air di musim off season ini tidak bisa berproduksi optimal,” jelasnya.

Berita Terkait  Bimtek dan Sosialisasi Kostratani Digelar Aceh

Menurut Mardhiyah, harga cabai diprediksi segera turun seiring dengan mulai banyaknya panenan di daerah sentra yang biasa memasok ke Jakarta.

Kata dia, cabai dari Sulawesi bahkan sudah masuk ke Jawa lewat Tanjung Perak dan Juanda. Sentra di Jawa seperti Cianjur, Bandung, Garut, Sumedang, Banjarnegara, Kebumen, Magelang, Temanggung, Kediri, Blitar dan Lampung Selatan dan Pesawaran akan mulai memasuki musim panen awal Agustus.

“Diperkirakan ada 6.000-an hektar lahan yang akan panen,” pungkas Mardiyah.

  • Bagikan