BPP Kejobong Ajarkan Petani Produksi Pakan Fermentasi dan Mineral Block

  • Bagikan

WartaTani.co – Pakan yang terjamin mutu dan nutrisinya sangat dibutuhkan oleh para peternak. Tujuannya tak lain untuk menghasilkan hewan ternak yang sehat.

Persoalannya, pakan dengan standar di atas memiliki harga ekonomi yang tinggi. Oleh karena itu diperlukan inovasi pakan ternak modern yang murah dari ‘hijauan’ yang banyak dijumpai di sekitar tempat tinggal peternak maupun limbah usaha pertanian. Di antaranya jerami, tebon jagung, debog pisang, kulit singkong.

Salah satu inovasi yang banyak dilakukan peternak untuk menjamin ketersediaan pakan setiap saat dan kaya akan nutrisi adalah dengan membuat pakan fermentasi dan mineral block.

Agustus lalu, bertempat di P4S Ngudi Dadi Farm Desa Kedarpan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, BPP Kecamatan Kejobong melaksanakan kegiatan pelatihan tematik dengan materi Teknik Pembuatan Pakan Fermentasi dan Mineral Block.

Pelatihan diikuti oleh para peternak anggota KTT Ngudi Dadi Farm, Fasdes Upland dan para penyuluh dari BPP Kejobong. Hadir Koordinator KJF Penyuluh Pertanian Kabupaten Purbalingga, Witanto, SPt, Kepala BPP Kecamatan Kejobong Agus Slamet Hamarsudi, SST dan Kepala Desa Kedarpan, Jumono, SH.

Kepala BPP Kecamatan Kejobong, Agus Hamarsudi, dalam paparannya mengatakan bahwa kualitas dan kuantitas pakan sangat mempengaruhi proses fermentasi pakan dalam rumen. “Pada ternak ruminansia, pasokan nutrisi lebih banyak bergantung pada mikroba rumen dan produk fermentasinya,” kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Selasa (28/9).

Pola peternakan rakyat, lanjut Agus, yang masih mengandalkan rumput lapang sebagai pakan utama sering menyebabkan ternak kekurangan nutrien seperti energi, protein dan mineral. Hal ini dapat menganggu keseimbangan mikroba rumen.

“Perlu adanya manipulasi kondisi rumen sehingga proses fermentasi dalam rumen dapat berjalan optimal,” jelas Agus.

Teknik manipulasi, masih menurut Agus, bisa dilakukan dengan memberikan suplemen dalam bentuk blok yang dijilati ternak. Pada saat menjilat, sapi akan mengeluarkan air liur yang efektif sebagai buffer untuk menstabilkan pH rumen.

Berita Terkait  Kembangkan Wirausaha Pertanian, Kementan selenggarakan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh

Selain itu bahan-bahan yang terdapat pada suplemen blok dapat dijadikan tambahan zat nutrisi dan mineral sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi. “Mineral Block merupakan pakan tambahan untuk ternak ruminansia (sapi perah, sapi potong, kerbau, kambing atau domba) yang tujuan pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan mineral terbagi ternak yang diperkaya dengan bahan herbal untuk meningkatkan kesehatan ternak,” papar Agus.

Sementara itu, koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Purbalingga, Witanto, menambahkan kalau pelatihan tematik dengan materi pakan fermentasi dan mineral block bermanfaat bagi para peternak penerima manfaat kegiatan Upland. Upland adalah Proyek Pengembangan Sistem Pertanian terpadu di Daerah Dataran Tinggi (Upland).

“Tujuannya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas petani,” kata Witanto.

Komponen Kegitan Upland

Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Ali Jamil memaparkan jika Upland Project memiliki 4 komponen kegiatan.

“Untuk Komponen pertama terdiri dari peningkatan produktivitas dan pembentukan ketahanan pangan. Untuk komponen kedua adalah pengembangan agribisnis dan fasilitasi peningkatan pendapatan, komponen ketiga adalah penguatan sistem kelembagaan, dan komponen terakhir manajemen proyek,” jelasnya.

Ditambahkan Ali Jamil, ada 5 titik kritis dari kegiatan ini.

“Yang menjadi titik kritis pertama adalah kegiatan desain konstruksi prasarana lahan dan air irigasi. Hal ini meliputi aspek perencanaan, aspek teknis, aspek keuangan,” ujarnya.

Titik kritis lainnya adalah sosialisasi kepada petani mengenai kewajiban sharing dana 20% agar kegiatan berjalan sesuai rencana, kemudian pengelolaan bantuan alsintan pra dan pasca panen yang dilakukan oleh sub lembaga berbeda dalam kelompok tani.

Sementara Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Upland Project yang akan berlangsung hingga 2024, memiliki multiplier effect.

SYL-sapaannya- berharap Upland mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani di daerah dataran tinggi.

Berita Terkait  Kepala NFA: Pemerataan Distribusi Kunci Menjaga Stabilitas Pangan

“Caranya, melalui pengembangan infrastruktur lahan dan air, pengembangan sistem agribisnis, dan penguatan sistem kelembagaan,” katanya.

Adapun 13 Kabupaten yang menjadi lokasi Upland Project adalah Banjarnegara, Garut, Gorontalo, Lebak, Lombok Timur, Magelang, Malang, MInahasa Selatan, Purbalingga, Subang, Sumbawa, Sumenep, dan Tasikmalaya. (*)

  • Bagikan