Manfaatkan Suntikan Dana Hibah, Petani Milenial Sukabumi Siap Kembangkan Pasar Olahan Teh Hantap

  • Bagikan

WartaTani.co – Dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyat Indonesia serta mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan pendapatan petani, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) mengupayakan pembangunan sektor pertanian dengan berbagai langkah. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan potensi lokal sebuah daerah baik dari hulu maupun hilir.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memiliki harapan besar agar pangan lokal Indonesia bisa masuk pasar dunia.
“Pangan lokal berdampak pada ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Kementan terus fokus dalam meningkatkan produksi dan kualitas hingga bisa berdampak pada kegiatan ekspor dan mengurangi ketergantungan impor. Indonesia ini negara yang kaya. Apapun bisa ditanam di negeri tercinta ini” jelas Mentan Syahrul.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan saat ini Kementan mengajak para petani milenial untuk turut mendukung ketahanan pangan nasional. Caranya, dengan memperkuat diversifikasi pangan lokal dan lakukan upaya nilai tambah dari produk pertanian.

Dedi juga menambahkan, agroekosistem Indonesia sangat mendukung bagi pengembangan komoditas pangan lokal sebagai sumber pangan alternatif maupun pangan utama. Selain itu, pangan lokal juga mudah dibudidayakan. Dan tiap daerah di Indonesia memiliki ragam pangan lokal yang khas.

Adalah Dina Maulana, seorang petani teh daun hantap yang memiliki lahan 15 are di Sukabumi, Jawa Barat. Daun Hantap adalah jenis tanaman herbal berkhasiat untuk mengatasi beberapa keluhan di dalam tubuh. Jenis tanaman ini biasanya digunakan sebagai obat herbal atau obat tradisional untuk kesehatan dikalangan masyarakat. Daun hantap ini berukuran cukup lebar dan besar, hampir serupa dengan daun mangga.

Bermula pengalamannya saat menderita sariawan, Dina pun mendapat informasi terkait kegunaan dari dauh teh hantap ini.Berdasarkan beberapa sumber, diketahui manfaat daun hantap untuk Kesehatan sangatlah banyak terutama untuk mengatasi panas dalam. Hal ini dikarenakan daun hantap mengandung serat, alkaloid, tanin dan senyawa lainnya yang sangat bagus untuk kesehatan tubuh tubuh.

Berita Terkait  Teten Blakblakan soal BUMDes Versus Koperasi

“Daun hantap ini berukuran cukup lebar dan besar, hampir menyerupai daun mangga. Kita tinggal mengambil beberapa helai daun hantap, cuci sampai bersih, lalu masukan kedalam air dalam gelas besar, setelah itu peras daun hantap hingga warna air berubah kehijauan dan sedikit berlendir. Air perasan ini minum secara rutin, hingga gejala panas dalam anda mereda”, kenang Dina.

Menyadari khasiat daun teh hantap, ia mulai memutar otak untuk mengembangkan varietas tanaman ini yang banyak tumbuh di daerah Jawa Barat. Ia pun berupaya mengolah daun hantap menjadi teh seduhan yang layak dipasarkan. Tak hanya itu, menurut Dina, teh hantap punya ciri khas dibanding teh seduhan lainnya, termasuk cita rasa dan warna.

Dalam menjalani usaha, Dina mengaku menghadapi beberapa tantangan dalam mengembangkan usahanya, seperti perijinan, pengajuan sertifikasi halal hingga masih dalam tahap penelitian secara laboratorium.

“Alhamdulillah, hadir program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) di kabupaten Sukabumi. Dari program Kerjasama Kementan dan IFAD ini saya mendapatkan bantuan permodalan melalui Hibah Kompetitif (HK).Saya sangat bersyukur dengan adanya program YESS. Saya merasa terbantu, dari yang sebelum saya hanya mampu memproduksi 50 kemasan, sekarang meningkat 100 kemasan perminggu. Dengan omset 1-1,5 juta perminggu. Kedepan saya siap untuk mengembangkan pasar olahan teh hantap ini keseluruh penjuru”, ujar Dina optimis.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian selaku Direktur Program YESS, Idha Widi Arsanti menjelaskan, pendanaan Hibah Kompetitif ini bersumber dari pelaksanaan program YESS, yang sasarannya adalah petani muda yang berlokasi di 15 Kabupaten YESS.
“Hibah Kompetitif 2022 ini tujuannya adalah menumbuhkan wirausahawan muda pertanian yang mampu membangun perekonomian pedesaan dan scaling-up (meningkatkan) usaha. Besaran dana tunai Hibah Kompetitif yang akan diberikan dikategorikan menjadi tiga, yakni Rp 10 juta untuk kategori usaha pemula, 25 juta untuk kategori usah berkembang, dan 50 juta untuk kategori usaha maju.

Berita Terkait  Tekan Impor, Produksi Pangan Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Nasional

“Mungkin Rp 50 juta ini tidak seberapa. Tadi saya sampaikan ini hanya dana pendamping dari kegiatan usaha yang ada untuk kemudian rekan-rekan bisa mengakselerasi usahanya dari sumber sumber pendanaan lainnya, seperti KUR”, tambahnya.

Syarat pertama yang harus dipenuhi calon penerima Hibah Kompetitif 2022, di antarnaya harus terdaftar di dalam sistem informasi program YESS. Kedua, pernah mengikuti kegiatan (memperoleh) pelatihan di program YESS,
Ketiga, tidak berstatus Pelajar atau Mahasiswa, Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai perusahaan/pabrik/BUMN/BUMD, anggota TNI, atau Polri. Keempat, memiliki legalitas usaha: Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU).
“Kelima dan keenam yakni menyusun dan mengajukan usulan usaha (proposal) sesuai dengan format yang tersedia, dan memiliki akun sosial media aktif,” jelas Santi.
Syarat lainnya, untuk usaha berkembang omzetnya harus Rp 48-84 juta per tahun dan sudah berjalan 6-12 bulan. Selanjutnya, untuk usaha yang sudah maju omzetnya harus di atas Rp 84 juta per tahun dan sudah berjalan 12-24 bulan.

“Untuk usaha pemula harus sudah berjalan 3-6 bulan. Omzet per tahun untuk pemula tidak kita persyaratkan. Dina merupakan satu dari banyaknya penerima manfaat program YESS yang telah membuktikan bahwa hadirnya program Kementan dapat memberikan dampak positif salah satunya adalah berkembangnya usaha mereka”, tutup Santi.

  • Bagikan