Ajang Young Ambassador Jadi Momentum Perkuat Petani Milenial

  • Bagikan

WartaTani.co – Ajang Young Ambassador memasuki seleksi terakhir. Setelah melalui tahap seleksi sejak Maret lalu, terpilih 27 nominee yang akan mengikuti tahap selanjutnya dalam ajang wirausaha pertanian milenial tersebut.

Mereka merupakan hasil seleksi dari 50 peserta yang mengikuti bootchamp. Nantinya mereka akan diseleksi kembali hingga hanya 15 peserta yang akan dikukuhkan menjadi Young Ambassaor.

Young Ambassador merupakan salah satu dari program Yess (Youth Entrepreneurship and Employment Support Service). Program ini didanai loan dari International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Calon petani dan wirausaha muda pertanian ini adalah mereka yang berusia antara 17-35 tahun. Ke depan mereka diharapkan menjadi duta program Yess yang tidak hanya menampilkan peluang usaha pertanian di on farm, tapi juga off farm.

“Saya berharap kalian peserta Young Ambassador menjadi petani pengusaha pertanian yang handal,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi saat menyapa peserta Young Ambassador secara daring di Jakarta, Selasa (7/6)

Bukan hanya itu Dedi juga berharap, Young Ambassador yang terpilih nantinya menjadi resonansi bagi kaum milenial dan lingkungan mereka tinggal. “Kalian nantinya harus mampu menginspirasi dan memotivasi kaum muda untuk memasuki sektor pertanian,” ujarnya.

Ke derpan, Dedi melihat, petani milenial mempunyai peran strategis dalam pembangunan pertanian. Apalagi dalam waktu 10-20 tahun mendatang, pertanian akan berada di tangan generasi muda.

Karena itu Dedi berpesan agar peserta Young Ambassador mempersiapkan diri untuk meningkatkan intelektual. Jadi bukan hanya mampu dalam budidaya, tapi juga pemasaran dan bisnisnya harus juga dikuasai.

“Dalam beragribisnis kita harus memanfaatkan teknologi untuk mendongkrak kualitas. Caranya adalah dengan smart farming atau pertanian cerdas,” ujarnya.

Berita Terkait  Kemendes Terima 2.654 Aduan Terkait Bansos dan BLT Dana Desa

Soal modal, Dedi menegaskan, tidak perlu khawatir. Sebab, pemerintah saat ini telah menyediakan melalui skim KUR (Kredit Usaha Rakyat). Untuk yang pinjamannya di bawah Rp 50 juta, pemerintah telah memberikan keringanan tanpa agunan.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, Idha Widi Arsanti menambahkan, kegiatan Young Ambassador ini merupakan pertama kali berlangung. Untuk peserta kali ini merupakan hasil usulan Unit Pelayanan Teknis (UPT) BPPSDMP, Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan (DPM/DPA) dan dinas pertanian di daerah.

“Awalnya ada 50 peserta, tapi setelah bothcamp terpilih 27 nominee yang akan mengikuti tahap selanjutnya,” ujarnya. Dalam tahap seleksi kriteria untuk bisa loloas diantaranya, tidak hanya soal skala usaha baik ide konsep usaha dan rencana pengembangan, tapi juga kemampuan komunikasi dan komitmen menjadi Young Ambassador.

Karena itu lanjut Santi, saat bothcamp, calon Young Ambassador mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan agribisnis, kemampuan bicara di depan publik, penggunaan media dan kepemimpinan. “Pembekalan ini untuk mempersiapkan mereka untuk bisa melaksanakan tugas sebagai Young Ambassador,” katanya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan selalu mendorong Sumber Daya Manusia (SDM) di dunia pertanian menjadi yang unggul, professional dan adaptif. Pasalnya, SDM menjadi kunci penting dalam pembangunan pertanian untuk menghadapi berbagai tantangan dan ancaman.

“Saat ini sudah saatnya para agen perubahan di bidang pertanian menjadi delegasi di masyarakat. Mereka harus mampu mengubah persepsi anak muda tentang pertanian yang selalu dianggap kotor. Masyarakat luas harus tahu bahwa pertanian itu profesi yang penting di Indonesia,” tuturnya.

  • Bagikan