Pastikan Program Regenerasi Petani Berjalan Baik, Kementan Kuatkan Kapasitas Manajemen

  • Bagikan

WartaTani.co – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa peran generasi muda dalam pembangunan pertanian sangatlah penting untuk meningkatkan pertanian di Indonesia, dengan cara memotivasi anak muda bagaimana agar tertarik dengan sektor pertanian dan bisa menjadi motor penggerak pertanian dalam menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga dapat meminimalisir pengangguran di Indonesia.

Youth Enterpreneurship And Employment Support Services (YESS) merupakan salah satu program yang berupaya untuk melahirkan wirausaha muda dibidang pertanian. Program ini merupakan proyek internasional yang di support oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Hal regenerasi petani juga disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

“Terpilihnya Indonesia menjadi negara pertama yang melaksanakan proyek bantuan IFAD khusus untuk alih generasi pemuda pertanian merupakan model proyek yang dicermati oleh semua anggota IFAD di dunia, namun berhasil tidaknya proyek ini juga menjadi tanggung jawab kita. Sesuai dengan namanya YESS maka tidak ada kata gagal” tuturnya.

“Ada dua kunci utama dalam pelaksanaan program YESS. Pertama, program YESS hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di perdesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian. Kedua, sasaran dari program YESS, yakni pemuda harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilir,” kata Dedi Nursyamsi.

Menjelang pertengahan tahun 2022, program YESS di tingkat National Program Management Unit (NPMU) kembali menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas Manajement Project dalam hal ini pengadaan barang/jasa, keuangan, monitoring dan evaluasi serta GESI dengan melibatkan PPIU, DIT hingga mobilizer dari 4 provinsi dan 15 kabupaten lokasi program YESS.

Dalam sambutan pembukaan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian selaku Direktur program YESS, Idha Widi Arsanti berpesan dalam melaksanakan program YESS diharapkan semua pihak dapat mewujudkan good government melalui penguatan akuntabilitas kinerja.

Berita Terkait  Menteri LHK: Taman Nasional Gunung Merapi Penting Bagi Lingkungan Masyarakat

“Suksesnya program ini bermula dari perencanaan yang baik. Kita harus dapat mengatur strategi yang baik. Dimulai dari tertib administrasi keuangan dan pengadaan-pengadaan, optimalisasi peran SPI dalam program YESS serta menselaraskan antara perencanaan, pelaksanaan, pengadaan barang dan jasa dan yang tak kalah penting adalah evaluasi dan pelaporan”, papar Santi.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Bogor selama 4 (empat) hari mulai tanggal 18 Mei 2022 hingga 21 Mei 2022 ini, Santi berpesan perlu adanya kesatuan persepsi mengenai aturan yg dipakai untuk dasar perjalanan dinas, dasar pembayaran konsultan/pihak ketiga misalnya PMK.

“NPMU, PPIU dan DIT wajib mensinergikan dan mengkoordinasikan data administrasi PBJ dan keuangan seperti kelengkapan SPJ dan lain-lain agar dipastikan lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan. Monitoring dan evaluasi berjenjang sangat perlu dilakukan dari DIT, PPIU hingga NPMU”, kata Santi.

Untuk mendukung keberhasilan program YESS, Santi pun menuturkan pentingnya rekrutmen SDM yang kompeten dan berdedikasi tinggi pada capaian dan akuntabilitas pengelolaan proyek.

“Penguatan kapasitas SDM pengelola YESS seperti kegiatan saat ini perlu dilakukan untuk mewujudkan SDM yang memiliki integritas dan komitmen tinggi. Maka pergunakan kesempatan baik ini untuk menggali pengetahuan dari para narasumber khususnya dalam hal pengadaan barang dan jasa, sehingga resiko ada kesalahan dapat kita minimalisasi”, tutup Santi.

Hadir sebagai pemateri pada kegiatan ini Praktisi Pengadaan Barang dan Jasa, serta para konsultan program YESS tingkat NPMU. Antusiasme diperlihatkan oleh para peserta. Tak hanya itu mereka pun berkomitmen untuk mewujudkan akuntabilitas dalam pengelolaan program YESS.

  • Bagikan